Listrik menjadi salah satu faktor terpenting dalam operasional peternakan modern. Mulai dari sistem ventilasi kandang, mesin pemberi pakan otomatis, pompa air, pencahayaan, hingga inkubator bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Ketika terjadi pemadaman listrik, seluruh sistem tersebut dapat berhenti bekerja dan berpotensi menyebabkan kerugian yang besar. Oleh karena itu, memahami panduan memilih genset untuk peternakan menjadi langkah penting agar operasional tetap berjalan tanpa hambatan.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli genset untuk peternakan.
1. Hitung Kebutuhan Daya Terlebih Dahulu
Langkah pertama dalam panduan memilih genset untuk peternakan adalah menghitung total kebutuhan daya listrik.
Prioritaskan peralatan yang harus tetap menyala saat listrik padam, seperti:
- Blower atau exhaust fan
- Cooling pad
- Mesin pemberi pakan otomatis
- Pompa air
- Lampu kandang
- Inkubator
- CCTV dan sistem keamanan
Selain daya normal (running load), jangan lupa menghitung starting load atau lonjakan daya awal pada motor listrik yang umumnya mencapai 2–3 kali lebih besar dibanding daya normal.
Idealnya, genset bekerja pada beban sekitar 70–80% dari kapasitas maksimal agar performanya tetap stabil.
2. Pilih Jenis Bahan Bakar yang Sesuai
Jenis bahan bakar memengaruhi efisiensi operasional serta biaya penggunaan genset.
Genset Diesel
Untuk kebutuhan peternakan skala menengah hingga besar, genset diesel lebih direkomendasikan karena:
- Lebih hemat bahan bakar.
- Torsi mesin lebih besar.
- Cocok untuk penggunaan jangka panjang.
- Lebih tahan terhadap beban kerja berat.
Genset Bensin
Genset bensin cocok digunakan pada peternakan kecil dengan kebutuhan listrik yang tidak terlalu besar dan durasi penggunaan yang lebih singkat.
3. Pilih Kapasitas Genset yang Tepat
Ukuran genset harus disesuaikan dengan kebutuhan daya peternakan.
Menggunakan genset yang terlalu kecil berisiko menyebabkan overload, sedangkan kapasitas yang terlalu besar membuat konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien.
Karena itu, pilih kapasitas genset yang masih memiliki cadangan daya sehingga mesin tidak bekerja pada batas maksimal.
4. Tentukan Tipe Genset
Secara umum terdapat dua tipe genset yang banyak digunakan.
Genset Open
Genset open memiliki beberapa keunggulan:
- Harga lebih ekonomis.
- Pendinginan mesin lebih baik.
- Perawatan lebih mudah.
Namun, genset ini sebaiknya ditempatkan di generator house yang memiliki ventilasi baik agar terlindung dari hujan dan debu.
Genset Silent
Apabila lokasi peternakan berada dekat permukiman, genset silent menjadi pilihan yang lebih tepat karena memiliki canopy dengan peredam suara sehingga tingkat kebisingannya lebih rendah.
5. Perhatikan Tingkat Kebisingan
Suara genset dapat memengaruhi kenyamanan lingkungan sekitar.
Jika peternakan berada dekat area perumahan, penggunaan genset silent akan membantu mengurangi kebisingan tanpa mengurangi performa mesin.
6. Pastikan Memiliki Fitur Keselamatan
Keamanan menjadi faktor penting saat memilih genset.
Beberapa fitur yang sebaiknya tersedia antara lain:
- Automatic Transfer Switch (ATS)
- Automatic Mains Failure (AMF)
- Sensor tekanan oli
- Proteksi beban berlebih (overload protection)
- Emergency stop
Selain itu, pastikan genset ditempatkan pada area yang memiliki sirkulasi udara baik karena gas buang mengandung karbon monoksida yang berbahaya.
7. Pilih Genset yang Mudah Dirawat
Genset yang memiliki akses mudah ke filter udara, radiator, filter oli, dan komponen lainnya akan mempermudah proses servis berkala.
Perawatan yang mudah membantu menjaga performa mesin sekaligus memperpanjang umur pakai genset.
8. Pastikan Spare Part Mudah Didapat
Ketersediaan suku cadang menjadi pertimbangan penting.
Pilih merek genset yang memiliki jaringan distribusi suku cadang luas sehingga proses perawatan maupun perbaikan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi kerusakan.
9. Sesuaikan dengan Anggaran
Harga genset dipengaruhi oleh kapasitas, tipe, fitur, dan merek.
Daripada memilih harga termurah, sebaiknya pertimbangkan nilai investasi jangka panjang, efisiensi bahan bakar, garansi, serta layanan purna jual yang diberikan.
10. Perhatikan Garansi dan Layanan Purna Jual
Selain membaca ulasan pelanggan, pastikan penyedia genset menawarkan:
- Garansi resmi.
- Ketersediaan teknisi.
- Layanan servis.
- Ketersediaan spare part.
- Dukungan konsultasi teknis.
Layanan purna jual yang baik akan memudahkan perawatan genset dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Memahami panduan memilih genset untuk peternakan akan membantu Anda mendapatkan genset yang sesuai dengan kebutuhan operasional.
Mulailah dengan menghitung kebutuhan daya, memilih jenis bahan bakar yang tepat, menentukan kapasitas genset, serta memastikan tersedia fitur keselamatan dan layanan purna jual yang memadai.
Dengan genset yang tepat, sistem ventilasi, pemberian pakan otomatis, pompa air, hingga sistem keamanan peternakan dapat tetap beroperasi meskipun terjadi pemadaman listrik.
Apabila Anda membutuhkan rekomendasi genset untuk peternakan ayam, sapi, kambing, maupun tambak, konsultasikan kebutuhan Anda kepada tim kami agar mendapatkan solusi yang sesuai dengan kapasitas operasional.
-

Genset Silent Diesel 100 Kva Tsuzumi TDN-MP100
Rp 115.956.491 -

Genset Silent Diesel 88 Kva Tsuzumi TDN-MP88
Rp 110.633.947 -

Genset Silent Diesel 65 Kva Tsuzumi TDN-MP65
Rp 78.568.403 -

Genset Silent Diesel 50 Kva Tsuzumi TDN-MP50
Rp 76.010.339 -

Genset Silent Diesel 30 Kw / 38 Kva Tsuzumi TDN-MP38 Tsuzumi
Rp 66.903.466 -

Genset Silent Diesel 25 Kva Tsuzumi TDN-MP25
Rp 63.084.016 -

Genset Silent Diesel 500 KVA 400 KW TDN-S 500 KVA Tsuzumi
Rp 605.000.000 -

Genset Silent Diesel 15 kva 12000 watt 1/3 phase MDG17000-3 Montoya
Rp 31.752.000 -

Genset Silent Diesel 15 kva 12000 watt 1 phase MDG17000 Montoya
Rp 30.530.000 -

Genset Silent Diesel 15 KVA 11 KW 3 Phase TDN15000SDV+Remote Tsuzumi
Rp 35.300.000 -

Genset Silent Diesel 10 KVA 8.5 KW 3 Phase TDN11000SDV+Remote Tsuzumi
Rp 27.800.000 -

Genset Light Tower LED 4 x 1000 Watt LT5000 LED Tsuzumi
Rp 50.000.000
